Apakah Anda ingin sehat?
1. Formula 1 – Shake
• Shake berfungsi sebagai PENGGANTI NASI & LAUK PAUK dan sebagai bahan bakar utama bagi tubuh yang mengandung Soy Protein, yaitu protein (asam amino) yang paling tinggi manfaatnya karena tidak mengandung lemak.
• Memberikan rasa kenyang, puas dan berenergi.
• Menurut Dr. Lawrence May, Dewan Penasehat Medis Herbalife, Shake sangat baik untuk menurunkan kadar kolesterol, memperbaiki kesehatan jantung dan juga menyeimbangkan hormon dalam tubuh. Selain itu sangat baik untuk penderita Kanker Payudara dan Osteoporosis. Singkatnya, 70% keperluan tubuh akan vitamin dan mineral berasal dari Shake.
Rasanya sedap, ada 3 macam rasa yaitu: Vanilla, Strawberry dan Coklat.
“MANA YANG ANDA SUKA? Coklat, Strawberry, Vanilla?”
Obesitas
Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan.

Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi, sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas.
Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal dianggap mengalami obesitas.
Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok:
* Obesitas ringan : kelebihan berat badan 20-40%
* Obesitas sedang : kelebihan berat badan 41-100%
* Obesitas berat : kelebihan berat badan >100%.
Obesitas berat ditemukan sebanyak 5% dari antara orang-orang yang gemuk.
Perhatian tidak hanya ditujukan kepada jumlah lemak yang ditimbun, tetapi juga kepada lokasi penimbunan lemak tubuh. Pola penyebaran lemak tubuh pada pria dan wanita cenderung berbeda. Wanita cenderung menimbun lemaknya di pinggul dan bokong, sehingga memberikan gambaran seperti buah pir. Sedangkan pada pria biasanya lemak menimbun di sekitar perut, sehingga memberikan gambaran seperti buah apel. Tetapi hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang mutlak, kadang pada beberapa pria tampak seperti buah pir dan beberapa wanita tampak seperti buah apel, terutama setelah masa menopause.
Seseorang yang lemaknya banyak tertimbun di perut mungkin akan lebih mudah mengalami berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan obesitas. Mereka memiliki resiko yang lebih tinggi. Gambaran buah pir lebih baik dibandingkan dengan gambaran buah apel.
Untuk membedakan kedua gambaran tersebut, telah ditemukan suatu cara untuk menentukan apakah seseorang berbentuk seperti buah apel atau seperti buah pir, yaitu dengan menghitung rasio pinggang dengan pinggul. Pinggang diukur pada titik yang tersempit, sedangkan pinggul diukur pada titik yang terlebar; lalu ukuran pinggang dibagi dengan ukuran pinggul. Seorang wanita dengan ukuran pinggang 87,5 cm dan ukuran pinggul 115 cm, memiliki rasio pinggang-pinggul sebesar 0,76. Wanita dengan rasio pinggang:pinggul lebih dari 0,8 atau pria dengan rasio pinggang:pinggul lebih dari 1, dikatakan berbentuk apel.
sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Obesitas

Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan energi, sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas.
Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal dianggap mengalami obesitas.
Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok:
* Obesitas ringan : kelebihan berat badan 20-40%
* Obesitas sedang : kelebihan berat badan 41-100%
* Obesitas berat : kelebihan berat badan >100%.
Obesitas berat ditemukan sebanyak 5% dari antara orang-orang yang gemuk.
Perhatian tidak hanya ditujukan kepada jumlah lemak yang ditimbun, tetapi juga kepada lokasi penimbunan lemak tubuh. Pola penyebaran lemak tubuh pada pria dan wanita cenderung berbeda. Wanita cenderung menimbun lemaknya di pinggul dan bokong, sehingga memberikan gambaran seperti buah pir. Sedangkan pada pria biasanya lemak menimbun di sekitar perut, sehingga memberikan gambaran seperti buah apel. Tetapi hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang mutlak, kadang pada beberapa pria tampak seperti buah pir dan beberapa wanita tampak seperti buah apel, terutama setelah masa menopause.
Seseorang yang lemaknya banyak tertimbun di perut mungkin akan lebih mudah mengalami berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan obesitas. Mereka memiliki resiko yang lebih tinggi. Gambaran buah pir lebih baik dibandingkan dengan gambaran buah apel.
Untuk membedakan kedua gambaran tersebut, telah ditemukan suatu cara untuk menentukan apakah seseorang berbentuk seperti buah apel atau seperti buah pir, yaitu dengan menghitung rasio pinggang dengan pinggul. Pinggang diukur pada titik yang tersempit, sedangkan pinggul diukur pada titik yang terlebar; lalu ukuran pinggang dibagi dengan ukuran pinggul. Seorang wanita dengan ukuran pinggang 87,5 cm dan ukuran pinggul 115 cm, memiliki rasio pinggang-pinggul sebesar 0,76. Wanita dengan rasio pinggang:pinggul lebih dari 0,8 atau pria dengan rasio pinggang:pinggul lebih dari 1, dikatakan berbentuk apel.
sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Obesitas
"Seberapa Pentingnya Sarapan"
Awali hari dengan sarapan pagi
Studi AS di jurnal Pediatrics memperlihatkan remaja yang melewatkan makan pagi memiliki risiko lebih besar untuk bertubuh gemuk.
Roll – Beijing: Remaja yang ingin tetap sehat tak boleh melewatkan sarapan, karena suatu studi AS di jurnal Pediatrics terbitan Maret memperlihatkan remaja yang melewatkan makan pagi memiliki risiko lebih besar untuk bertubuh gemuk.
Studi tersebut melibatkan 2.216 remaja di daerah Minneapolis-St. Paul, Minnesota, yang masalah pola makan, berat tubuh dan gaya hidup ditelusuri selama lima tahun, Xinhuanet.
Peserta studi itu menyelesaikan survei terperinci mengenai pola makan mereka dan juga memberi keterangan mengenai tinggi, berat, indeks massa tubuh dan kegiatan fisik mereka.
Menurut studi tersebut, makin rutin remaja makan pagi, makin rendah indeks massa tubuh mereka,
"Apa yang kami temukan dalam studi ini ialah anak-anak yang sering menikmati sarapan, dan terutama setiap hari, mereka lebih sehat secara keseluruhan dalam masalah gaya hidup mereka," kata Mark Pereira dari University of Minnesota School of Public Health, yang memimpin studi itu.
"Menarik untuk memperhatikan bahwa anak-anak yang makan pagi setiap hari, secara keseluruhan, memiliki pola makan yang jauh lebih baik dan secara fisik lebih aktif," kata Mark Pereira.
Pereira berteori bahwa orang yang makan pagi dapat mengendalikan nafsu makan mereka lebih sepanjang hari itu. Itu juga dapat mencegah mereka makan secara berlebihan saat makan siang atau makan malam.
Lebih sepertiga remaja yang berusia 12 hingga 19 tahun, menurut studi tersebut, sekarang kelebihan berat badan atau menghadapi risiko menjadi sangat gemuk.
www.lifestyle.roll.co.id
Studi AS di jurnal Pediatrics memperlihatkan remaja yang melewatkan makan pagi memiliki risiko lebih besar untuk bertubuh gemuk.
Roll – Beijing: Remaja yang ingin tetap sehat tak boleh melewatkan sarapan, karena suatu studi AS di jurnal Pediatrics terbitan Maret memperlihatkan remaja yang melewatkan makan pagi memiliki risiko lebih besar untuk bertubuh gemuk.
Studi tersebut melibatkan 2.216 remaja di daerah Minneapolis-St. Paul, Minnesota, yang masalah pola makan, berat tubuh dan gaya hidup ditelusuri selama lima tahun, Xinhuanet.
Peserta studi itu menyelesaikan survei terperinci mengenai pola makan mereka dan juga memberi keterangan mengenai tinggi, berat, indeks massa tubuh dan kegiatan fisik mereka.
Menurut studi tersebut, makin rutin remaja makan pagi, makin rendah indeks massa tubuh mereka,
"Apa yang kami temukan dalam studi ini ialah anak-anak yang sering menikmati sarapan, dan terutama setiap hari, mereka lebih sehat secara keseluruhan dalam masalah gaya hidup mereka," kata Mark Pereira dari University of Minnesota School of Public Health, yang memimpin studi itu.
"Menarik untuk memperhatikan bahwa anak-anak yang makan pagi setiap hari, secara keseluruhan, memiliki pola makan yang jauh lebih baik dan secara fisik lebih aktif," kata Mark Pereira.
Pereira berteori bahwa orang yang makan pagi dapat mengendalikan nafsu makan mereka lebih sepanjang hari itu. Itu juga dapat mencegah mereka makan secara berlebihan saat makan siang atau makan malam.
Lebih sepertiga remaja yang berusia 12 hingga 19 tahun, menurut studi tersebut, sekarang kelebihan berat badan atau menghadapi risiko menjadi sangat gemuk.
www.lifestyle.roll.co.id
Langganan:
Postingan (Atom)